bulan tersenyum menampilkan sederet gigi putihnya
di dalam pelukan selimut malam
dingin...
perasaan hati perasaan jiwa
melihatnya,
bayang-bayang kelabu terkadang melintas
merayap diam tak tampak
sepinya...
pohon terdiam angin membeku
melihatnya,
hitam.. bukan gelap
pandangi bayang senyumannya
tanpa tahu engkau dimana?
atau sedang apa?
apa yang engkau lakukan?
aku ga tahu..
hanya mengira bahwa kamu disana
di depan korneaku, di dalam retinaku
masuki otakku untuk melihat
ilusi senyumanmu..
lihatlah,
aku melihatmu dari tempatku melamun ini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar